Ketua APJP Kabupaten Pekalongan, Sri Endah Sulistyaningsih disela-sela pelatihan menerangkan, pelatian ini digelar agar para petani dalam membudidaya jamur tiram lebih terampil serta bisa membuat bibit sendiri.
Bahkan, kata dia, peluang usaha budidaya jamur kini menjanjikan. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya permintaan tanaman tersebut di pasaran. Untuk itu, sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan itu, maka asosiasi mengadakan pelatihan pembuatan bibit jamur tiram.
"Permintaan jamur di pasaran sekarang ini mencapai enam kwintal dan hanya terpenuhi sepertiganya," katanya.
Dikatakan, pelatihan dilaksanakan selama tiga hari itu digelar di UPT Pembibitan Kajen di Desa Tanjung Kulon, Kajen, Kamis (18/4). Adapun peserta sebanyak 30 orang dari berbagai kalangan.
Adapun pembudidaya jamur tiram yang membudidayakan tanaman tersebut, diantaranya di Kecamatan Talun, oleh Madrasah Aliyah Nahdliyah (MAN) Talun, Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro dan dan Kecamatan Kandangserang.
Kasi Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial pada DPPK Kabupaten Pekalongan, Heru Cahya Nugraha mengutarakan, program budidaya jamur dirintis sejak tahun 2008 berawal dari program kementrian kehutanan melalui Pengembangan Usaha Kelompok.
Pasalnya, lanjut dia, secara geografis dan sumberdaya mendukung untuk dilakukan budidaya jamur. "Di Kabupaten Pekalongan 20 kelompok, sekarang ini juga sudah terbentuk asosiasi dan koperasi," ujarnya.
( Agus Setiawan / CN34 / JBSM )