MENGIKUTI SENAM:
Ibu-ibu dengan ekspresif mengkuti senam untuk menyongsong peringatan
Hari Kartini 21 April di halaman Diamond Solo Convention Center, Sabtu
(20/4). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
Keceriaan memancar jelas dari wajah mereka. Apalagi saat lagu pertama berjudul Neneku Pahlawanku ciptaan Wali Band yang diaransmen menjadi musik berjenis dangdut koplo. Ibu-ibu yang mayoritas adalah ibu rumah tangga itu, tampak meluapkan kegembiraan.
"Senangnya bisa merayakan Hari Kartini dengan keceriaan bersama," celetuk seorang ibu Nining Wulandari (45) saat acara.
Warga Kampung Baron RT 4 RW1, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan itu mengatakan, dia sengaja meluangkan waktu untuk bersama lainnya mengikuti senam. Bahkan dia meminjam sarung anak bungsunya dan blangkon dari suaminya. "Tadi dari pukul 04.30 saya sudah bersih-besih rumah. Habis itu nyiapin sarapan buat suami dan anak," terang Nining.
Begitu juga dengan ibu lain, Ai Rumina. Ibu muda 37 tahun dari Solo Baru itu bahkan datang lebih awal. Mengingat wanita asli Jakarta itu, baru pertama kali mengikuti acara yang rutin digelar tersebut. "Ikut berpartisipasi saja. Lagian kan sebagai bentuk kreativitas menyongsong Hari Kartini dengan hal berbeda," jelas dia.
Sementara itu, Koordinator Senam Yanto Fans, Marti Janto Juharjanto mengatakan, kegiatan itu untuk menunjukkan keeksisan ibu-ibu. Pada peringatan Hari Kartini tahun-tahun sebelumnya, pihaknya menggelar dengan acara yang berbeda. Di antaranya senam menggunakan kebaya, batik, daster dan babydol.
Untuk kali ini, yakni dengan menggunakan sarung dan blangkon yang diikuti 100 orang. "Biar seru menyongsong Hari Kartini. Sehari saja ibu-ibu bisa menikmati kegembiraan bersama lainnya," terangnya.
( Asep Abdullah / CN31 / JBSM )